Assalamu'alaikum Wr. Wb. ----- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PIMPINAN ANAK CABANG GERAKAN PEMUDA ANSOR WATULIMO ----- Semoga Bermanfaat Untuk Kita Semua!

Jumat, 24 April 2020

SEJARAH GERAKAN PEMUDA ANSOR

Posted by ADMIN On Jumat, April 24, 2020


Gerakan Pemuda Ansor disingkat GP Ansor adalah organisasai kemasyaraktan pemuda di Indonesia, yang menjadi bagian badan otonom Nahdlatul Ulama (NU). Gerakan Pemuda Ansor didirikan pada tanggal 24 April 1934. GP ansor juga mengelola Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta  Majlis Dzikir Rijalul Ansor.

GP Ansor sendiri terbentuk sebelum Indonesia Merdeka dan tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang kelahiran dan gerakan NU itu sendiri. Munculnya ide gagasan secara intensif terjadi pada tahun 1921 untuk mendirikan organisasi kepemudaan. Kondisi yang terjadi dimana organisasi-organisasi kedaerah muncul seperti,  Jong Java, Jong Minahasa, Jong Celebes, Jong  Sumatera, Jong Ambon yang menjadi dasar kondisi pada saat itu.

Dibelakang ide pendirian organisasi kepemudaan, muncul perbedaan pendapat antara kaum tradisionalis dan modernis.  Penyebab perbedaan sekita tahlil, talkin, taqlid, ijtihad, mazhab dan masalah furuiyah lainnya. Syubbanul Wahtan (pemuda tanah air) adalah organisasi yang didirikan oleh KH. Abdul Wahab pada tahun 1924. Pada awal kepimpinan dipegang oleh Abdullah Ubaid (Kawatan) sebagai ketua dan Thohir Bakri (Peraban) sebagai Wakil Ketua dan Abdurrahim (Bubutan) sebagai sekretaris.

Setelah Syubbanul Wahtan dinilai siap dan mulai banyak kalangan remaja yang ingin berkabung. Maka dibuat seksi khusus mengurus mereka yang lebih mengarah kepada kepanduan dengan sebutan “ahlul wahtan”.  Sesuai kecendrungan pemuda saat itu pada aktivitas kepanduan sebagaimana organisasi pemuda lainnya. Pasca berdirinya NU (31 Januari 1926) aktivitas organisasi pemuda pendukung KH. Abdull Wahab (pendukung NU) agak mundur. Karena beberapa tokoh puncaknya terlibat kegiatan NU. Meski demikian, tidak menjadikan Syubbanul Wathan menjadi bagian (onderbouw) dari organisasi NU.

Pada tahun 1931 terbentuk organisasi Persatuan Pemuda Nahdlatul Ulama (PPNU) yang diinisiatif oleh Abdullah Ubaid. Dan pada tanggal 14 Desember 1932, PPNU berubah nama menjadi Pemuda Nahdlatul Ulama (PNU). Dan mengalami perubahan kembali pada tahun 1934 menjadi Ansor Nahdlatul Oelama (ANO). Organisasi Ansor Nahdlatul Oelama (ANO) secara formal belum menjadi bagian struktural NU, hubungannya masih sekedar hubungan personal. Meski ANO sudah diakui sebagai bagian dari NU.

Ansor yang lahir berdasarkan situasi “konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Munculnya perbedaan pada awal di tubuh Nahdlatul Wathan, antara kaum tradisional dan tokoh modernis.  Nahdlatul Wathan organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. Nama Ansor sendiri diambil dari saran KH. Abdul Wahab, nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang berjasa dalam perjuangan membela agama Allah SWT.

Barisan Ansor Nahdlatul Ulama (Banoe) yang didirikan secara diam-diam oleh ANO Cabang Malang menjadi cikal bakal Barisan Serbaguna yang kita kenal dengan BANSER. Pada Kongres II ANO di Malang memutuskan didirikannya Banoe di tiap cabang ANO, selain menghasilkan pendirian Banoe juga menyempurnakan Anggaran Tangga. Sebelum kemerdekaan Indonesia organisasi-organisasi pemuda diberangus pemerintah Jepang tidak terkecuali ANO. Namun pada tahun 1945-1949 tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway melemparkan ide untuk mengaktifkankembali ANO. Dan ide tersebut mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim – Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat GP Ansor.

Visi Misi dan Tujuan GP Ansor
VISI
  1. Revitalisasi Nilai dan Tradisi
  2. Pengatan Sistem Kaderisasi
  3. Pemberdayaan Potensi Kader
  4. Kemandirian Organisasi


MISI
  1. Internalisasi Nilai ASWAJA dan sifatur Rasul dalam Gerakan GP. Ansor.
  2. Membangun Disiplin Organisasi dan Kaderisasi Berbasis Profesi.
  3. Menjadi Sentrum Lalulintas Informasi dan Peluang Usaha Antar Kader dengan Stakeholder.
  4. Mempercepat Kemandirian Ekonomi Kader dan Organisasi.


TUJUAN
Membentuk dan Mengembangkan generasi muda sebagai Kader bangsa yang cerdas dan tangguh, memiliki keimanan kepada Allah SWT, berkepribadian luhur, berakhlak mulia, sehat, terampil, patriotik, ikhlas dan beramal shalil.
Menegakkan ajaran Islam Ahlusunnah Wal Jamaah dengan menempuh manhaj salah satu madzab empat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Berperan secara aktif dan kritis dalam pembangunan nasional demi terwujudnya cita-cita kemerdekaan Indonesia yang berkeadila, berkemakmuran, berkemanusiaan dan bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia yang dirihoi Allah SWT.
--------

Baca Juga :
Mars GP. Ansor

SILAHKAN BACA JUGA !


If you want to test someone’s character, give him respect. If he has good character, he will respect you more. If he has bad character, he will think is the best of all.

------------

Jika kamu ingin menguji karakter seseorang, hormati dia. Jika dia memiliki akhlak yang baik, maka dia akan lebih menghormatimu. Jika dia memiliki akhlak yang buruk, dia akan merasa dirinya yang paling baik.