Assalamu'alaikum Wr. Wb. ----- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PIMPINAN ANAK CABANG GERAKAN PEMUDA ANSOR WATULIMO ----- Semoga Bermanfaat Untuk Kita Semua!

Kamis, 29 Oktober 2020

Makna dan Hikmah; Napak Tilas Keteladanan Nabi Muhammad SAW Melalui Pembacaan Maulid Al-Barzanji

Posted by ADMIN On Kamis, Oktober 29, 2020 No comments


Anwalin News, Gemaharjo – Rabu, 28 Oktober 2020 adalah tanggal spesial untuk tahun ini dimana ada 2 peristiwa yang sangat penting bagi bangsa Indonesia terlebih bagi ummat Islam pada Khususnya. Moment penting tersebut adalah, Pertama; sebagai tanggal Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Sedangkan yang; Kedua adalah bertepatan dengan malam 12 Rabi’ul Awal dimana pada malam tersebut seorang hamba (Manusia Agung) yaitu Nabi Muhammad SAW dilahirkan dimuka bumi ini.
 
Dari kedua moment tersebut, tentunya bagi bangsa Indonesia adalah moment yang sangat bersejarah didalam mengukir dan menentukan jati dirinya, yaitu tonggak awal mempersatukan seluruh bangsa Indonesia melalui Ikrar Sumpah Pemuda dan meniti serta mengikuti jejak langkah keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai manusia idola / teladan bagi seluruh manusia melalui Peringatan Maulid Nabi.
 
Untuk mengingatkan kembali jejak keteladanan Rasulullah tersebut, Ketua PAC GP. Ansor Watulimo (sahabat Murdiyanto) ikut memperingati maulid Nabi Muhammad SAW di Mushola Al-Mubarok Srikaton Desa Gemaharjo Kecamatan Watulimo yang dihadiri oleh segenap jamaah mushola dan juga beberapa pengurus PAC GP. Ansor Watulimo lainnya, yaitu sahabat Khusnul Mutholib dan sahabat Agus Salim.

 
Acara Peringatan Maulid diawali dengan ceramah agama yang disampaikan oleh bapak Kyai Mahfudz Effendi (ulama setempat) yang dilanjutkan dengan pembacaan Maulid al-barzanji natsar, al-barzanji nadhom dan ditutup dengan asroqol.
 
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna dan hikmah yang sangat besar bagi ummat Islam. Salah satunya bertujuan mengingatkan jejak dan keteladanan kehidupan serta perjuangan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman yang membawa kabar gembira (bashiran) dan peringatan (nadhiran) kepada ummat manusia.
 
Nabi Muhammad SAW, merupakan manusia teladan (uswah hasanah) yang dihadirkan oleh Allah SWT untuk diteladani sebagai pembawa risalah untuk perbaikan akhlaq manusia. Manusia adalah makhluk Tuhan yang memiliki fungsi ganda, baik sebagai individu maupun makhluk sosial. Dalam hal ini, perlu disadari bahwa dalam kehidupan diperlukan adanya manusia idola.
 
Manusia Idola tersebut adalah Baginda Rosulillaah Muhammad SAW sebagai manusia sempurna pembawa risalah kenabian yang diutus untuk menyempurnakan akhlaq manusia. Hal ini sebagaimana Firman Allah dalam al-Qur'an surat al-Ahzab ayat 21 yang artinya : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri tauladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.
 
Selain itu juga diperkuat dengan Sabda Rasul yang tertuang dalam haditsnya : “Sesungguhnya aku (Nabi Muhammad SAW) diutus untuk menyempurnakan Akhlaq Manusia”


Meneladani Nabi Muhammad SAW adalah suatu keharusan bagi setiap muslim. Melaksanakan tuntunan dari Nabi SAW, menunaikan apa yeng terkandung dalam sunnah-sunnahnya secara tidak langsung juga melaksanakan segala perintah serta menjauhi segala larangan Allah. Dan hal inilah yang merupakan pengejawentahan dari makna taqwa.
 
Ajaran Islam, menyuruh pemeluknya untuk menjadi khaira umah (umat yang terbaik), menjadi umat/kelompok teladan yang mampu memperbaiki akhlaq bangsa-bangsa di dunia.
 
Namun, saat ini telah terjadi berbagai krisis seperti krisis etika dan moral. Itulah sebab mengapa ummat memerlukan gerakan perbaikan moral melalui masjid dan lembaga-lembaga Islam lainnya. Islam yang mengandung ajaran rahmatan lil ‘alamin tidak akan pernah terwujud tanpa adanya kelompok yang terbaik. Mereka (kelompok tersebut) wajib memiliki kriteria-kriteria seperti shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah sehingga Umat Islam dimana pun dituntut untuk berjuang, bekerja-keras, dan berpikir cerdas dengan berjihad dan berijtihad. Hal ini penting untuk membangun kesejahteraan bangsa-bangsa di dunia. #Wallaahu A’lam (MY)

0 Komentar:

Posting Komentar

Mohon Saran dan Kritik Yang Sifatnya Konstruktif!

SILAHKAN BACA JUGA !


If you want to test someone’s character, give him respect. If he has good character, he will respect you more. If he has bad character, he will think is the best of all.

------------

Jika kamu ingin menguji karakter seseorang, hormati dia. Jika dia memiliki akhlak yang baik, maka dia akan lebih menghormatimu. Jika dia memiliki akhlak yang buruk, dia akan merasa dirinya yang paling baik.