Assalamu'alaikum Wr. Wb. ----- SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI PIMPINAN ANAK CABANG GERAKAN PEMUDA ANSOR WATULIMO ----- Semoga Bermanfaat Untuk Kita Semua!

Selasa, 10 November 2020

Resolusi Jihad NU dan Hari Pahlawan

Posted by ADMIN On Selasa, November 10, 2020 No comments


Anwalin News - Kala 10 November 1945, arek-arek Suroboyo bertempur melawan tentara sekutu NICA (Netherlands-Indies Civil Administration) dan sekutunya.

Tanggal itu sekarang dikenang sebagai Hari Pahlawan, menandai pernah terjadi perang dahsyat untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Momen bersejarah itu tak bisa lepas dari peran fatwa Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama (NU), yang menggerakkan warga dan juga kalangan santri untuk menghantam pasukan sekutu di Surabaya.

Keluarnya Resolusi Jihad tersebut tak terlepas dari permohonan Presiden Sukarno pada 17 September 1945, yang memohon fatwa hukum kepada ulama.

Karena NU merupakan organisasi Islam terbesar, maka Presiden Soekarno meminta fatwa untuk mempertahankan kemerdekaan bagi umat Islam kepada KH Hasyim Asyari.

Hal yang sama juga dilakukan Mayor Jenderal TKR Mustopo, sebagai komandan sektor perlawanan Surabaya pada waktu itu, bersama Sungkono, Bung Tomo, dan tokoh-tokoh Jawa Timur menghadap Almarhum Almaghfurlah Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari.

Intinya meminta fatwa untuk melakukan perang suci atau jihad dengan sasaran mengusir sekutu dan NICA yang dipimpin oleh Brigjen Mallaby di Surabaya. Hal ini didasari situasi Kota Surabaya pada waktu itu.

Maka, di tengah situasi yang memanas, pada 21-22 Oktober 1945, wakil-wakil dari cabang NU di seluruh Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya.

Dipimpin langsung oleh Kiai Hasyim Asy'ari, dideklarasikanlah perang kemerdekaan sebagai perang suci alias jihad.

5 Fatwa Resolusi Jihad

Dalam resolusi jihad, Kiai Hasyim Asy'ari meminta pemerintah untuk segera meneriakkan perang suci melawan penjajah yang ingin berkuasa kembali. Kontan saja, reolusi tersebut disambut rakyat dengan semangat berapi-api.

Fatwa atau Resolusi Jihad NU (Hasyim Asy'ari) berisi lima butir. Dalam buku berjudul Fajar Kebangunan Ulama, Biografi Kiyai Hasyim Asy'ari menyebut butir Pertama Resolusi Jihad berbunyi: kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus wajib dipertahankan.

Butir Kedua : Republik Indonesia sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah harus dijaga dan ditolong. 

Ketiga : musuh Republik Indonesia yaitu Belanda, yang kembali ke Indonesia dengan bantuan sekutu Inggris, pasti akan menggunakan cara-cara politik dan militer untuk menjajah kembali Indonesia.

Keempat : umat Islam terutama anggota NU harus mengangkat senjata melawan penjajah Belanda dan sekutunya yang ingin menjajah Indonesia kembali.

Kelima : kewajiban ini merupakan perang suci (jihad) dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang tinggal dalam radius 94 kilo meter, sedangkan mereka yang tinggal di luar radius tersebut harus membantu dalam bentuk material terhadap mereka yang berjuang.

Momen Resolusi Jihad ini menjadi cikal bakal diberlakukannya hari Santri Nasional.

Fatwa Resolusi Jihad tersebutlah yang memantik semangat pertempuran seluruh rakyat Indonesia untuk saling bahu membahu dalam satu tekad dan tujuan, yaitu mengusir segala bentuk penjajahan di muka bumi Indonesia sampai titik darah penghabisan.

0 Komentar:

Posting Komentar

Mohon Saran dan Kritik Yang Sifatnya Konstruktif!

SILAHKAN BACA JUGA !


If you want to test someone’s character, give him respect. If he has good character, he will respect you more. If he has bad character, he will think is the best of all.

------------

Jika kamu ingin menguji karakter seseorang, hormati dia. Jika dia memiliki akhlak yang baik, maka dia akan lebih menghormatimu. Jika dia memiliki akhlak yang buruk, dia akan merasa dirinya yang paling baik.